Wasekjen Golkar: Prabocor Berevolusi Jadi Prabosan

Wasekjen Golkar: Prabocor Berevolusi Jadi Prabosan

Berita Terkini ~ Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Maman Abdurahman menyebut pembela Prabowo Subianto yang disebutnya dengan nama ‘Prabocor’ kini sudah berganti menjadi ‘Prabosan’. Hal itu dikatakan Maman lantaran argumentasi pendukung Prabowo membosankan.

“Semakin mendekati pemilu saya melihat para Prabocor berevolusi menjadi Prabosan, karena narasi yang dibangunnya hampir tidak menarik dan membosankan. Argumentasi-argumentasinya cetek dan bahkan tidak produktif.

Malah semakin menunjukkan kelas calonnya. Saya menanti teman-teman di sana untuk membangun narasi yang bersifat solutif terhadap hal-hal yang mungkin belum bisa diselesaikan oleh pemerintahan era Jokowi dan JK,” kata Maman kepada Vivobetting.

BACA JUGA : Detik-Detik ‘Panas’ Sebelum Deklarasi Prabowo-Sandiaga

Maman menyampaikan hal tersebut guna menanggapi pernyataan Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade yang menilai Jokowi tak punya pendirian saat menentukan Cawapres. Menurut Maman, pemilihan KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi sudah melalui pertimbangan partai koalisi.

“Drama penentuan cawapres di detik-detik terakhir itu merupakan sesuatu hal yang suka atau tidak suka harus dilewati di dalam setiap kontestasi di era demokrasi. Yang membedakan hanya tinggal motivasi di balik itu semua,” terangnya.

BACA JUGA : Andi Arief: Sandi Akui Soal Rp 500 M, PAN-PKS Tak Perlu Minta Maaf

“Perubahan cawapres dari Mahfud ke Kiai Ma’ruf kalau kita mau simpulkan lebih jauh dikarenakan pertimbangan keutuhan koalisi dan hal ini sudah lumrah serta karena pertimbangan membangun semangat rekonsiliasi yang utuh bagi seluruh elemen bangsa,” katanya.

Maman kemudian menyoroti perubahan cawapres yang dilakukan Gerindra dan koalisinya. Maman melihat perubahan dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Sandiaga Uno lebih tragis. Sebab, kata dia, pertimbangannya pemilihan Sandiaga karena faktor duit.

“Tapi kalau perubahan cawapres dari AHY ke Sandiaga itu menurut saya jauh lebih tragis dan menyedihkan. Karena pertimbangannya hanya murni faktor uang semata.

Dan ini bisa jauh lebih berbahaya ke depan. Tidak menutup kemungkinan kalau Pak Prabowo memimpin diduga berpotensi akan banyak kebijakan-kebijakan strategis yang berubah hanya karena pertimbangan-pertimbangan materi semata,” papar Maman.

“Hal ini sudah terang benderang terlihat reaksi teman-teman di Demokrat, PKS dan PAN, seakan-akan harga dirinya hanya dihargai dengan materi.

Itu pun kalau memang betul-betul direalisasikan, kalau tidak? Bisa dua kali jatuh,” katanya.

 

 

 

 

Daftar disini !!!

zvr
Your Reaction

Mungkin Anda Menyukai

%d blogger menyukai ini: