Pria 29 Tahun Berhasil Sembuh dari Virus Corona, Padahal Sempat Meregang Nyawa

Majalahdunia.com – Seorang pria berusia 29 tahun di Amerika Serikat (AS) yang terinfeksi virus Corona (COVID-19) sempat divonis dokter tidak akan selamat dan bahkan sempat akan didoakan oleh pastur untuk saat-saat terakhirnya, namun dia akhirnya berhasil sembuh.

Seperti dilansir The Washington Post, Selasa (21/4/2020), Francis Wilson (29) yang merupakan mahasiswa jurusan hukum pada George Mason University, Virginia, AS merupakan kelompok pertama pasien virus Corona di Washington. Dia masih muda, sehat dan tidak memiliki penyakit bawaan. Kisah Wilson menjadi salah satu kasus Virus Corona di AS saat dokter menyaksikan pasiennya nyaris meninggal, namun berhasil selamat.

Pria muda itu mulai merasa sakit sejak 8 Maret lalu. Dia merasakan gejala-gejala awal yang tergolong ringan seperti radang tenggorokan, sakit kepala, batuk ringan, merasa lesu dan lelah. Sepakan kemudian saat dia merasa kondisinya memburuk, Wilson memeriksakan diri untuk tes flu dan hasilnya negatif.

Dia juga menjalani tes pneumonia yang hasilnya menyatakan dia positif. Tiga hari kemudian, Wilson mengetahui dirinya terinfeksi virus Corona. Tidak diketahui sumber penularannya, namun seorang teman Wilson yang sempat pergi main bowling bersamanya juga mengalami gejala virus Corona.

Event Mix Parlay Judi Online

Karena merasa kondisinya memburuk, Wilson memanggil bantuan ambulans untuk membawanya ke rumah sakit. Namun dengan kondisinya saat itu, Wilson kesulitan berdiri tegak tanpa merasa sesak napas. Dibutuhkan waktu satu jam untuknya berjalan dari satu ruangan ke ruangan lainnya di apartemennya. Dia terus batuk-batuk dan tidak bisa berhenti batuk.

Wilson telah dirawat di rumah sakit Virginia Hospital Center dengan ventilator selama 7 hari, saat dokter menyatakan dia mungkin tidak akan selamat. Level oksigen dalam darahnya sempat dinyatakan menurun drastis. Paru-parunya berjuang untuk berfungsi dengan baik. Dia harus dibantu ventilator untuk bisa bernapas.

Tim dokter menyatakan kondisi Wilson tidak membaik. Perawat lantas menghubungi keluarganya dan meminta mereka segera datang. Pihak keluarga menghubungi seorang pastor, karena mereka ingin pria muda itu didoakan dengan layak jika memang saat terakhirnya tiba.

Keluarga Wilson diperbolehkan melihat Wilson yang saat itu dirawat di sebuah ruangan dengan tekanan negatif khusus untuk pasien virus Corona. Dengan memakai masker dan sarung tangan, keluarga Wilson hanya bisa melihatnya dari balik dinding kaca. Perawat menyatakan pihak rumah sakit sudah melakukan seluruh hal yang mereka mampu dan Wilson tidak membaik.

Tim dokter ingin memindahkan Wilson ke Rumah Sakit George Washington University (RS GWU) yang memiliki kemampuan memberikan dukungan kehidupan extracorporeal — teknik yang memungkinkan darah untuk dioksigenasi di luar paru-paru pasien. Ini biasanya menjadi upaya terakhir untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Butuh waktu 20 menit untuk memindahkannya ke rumah sakit tersebut dan staf medis sempat khawatir Wilson tidak akan selamat dalam perjalanan.

“Anda mulai tawar-menawar dengan Tuhan dalam situasi seperti ini. Dia (Wilson-red) terlihat sangat damai, tapi saya menyadari itu bisa saja saat-saat terakhir saya bicara dengannya. Saya bilang, ‘Francis’. Saya berteriak, ‘Saya ingin kamu tetap hidup’,” ucap ayahnya, Henry Wilson.

Setelah dirawat di Rumah Sakit GWU, kondisi Wilson mulai mengalami peningkatan. Aturan pada ventilator bisa ditingkatkan oleh dokter dan paru-paru Wilson mulai merespons untuk pertama kali dalam sepekan. Beberapa hari kemudian, Anna, ibunda Wilson menerima pesan singkat dari putranya. “Ibu, saya masih hidup,” demikian bunyi pesan singkat itu.

Judi Bola Online Maxbet268

Sepekan usai pulang dari rumah sakit, Wilson masih menjalani karantina di rumahnya untuk memastikan gejala-gejalanya sungguh menghilang. Memori dari 11 hari saat dirinya koma masih samar di kepalanya. Dia menyebut dirinya berupaya keras menyatukan kepingan-kepingan memorinya. Ketika kondisinya memburuk di rumah sakit, Wilson mengakui dirinya seperti mendengar suara-suara dari orangtua dan saudaranya yang menyemangatinya. Dia menyebutnya sebagai ‘out-of-body experience’.

“Sebagian besar saat saya tidak sadarkan diri, saya tidak ingat apa-apa, tapi untuk beberapa alasan, momen-momen saat saya paling dekat dengan kematian, otak saya tidak hanya menyimpan memori stimuli di sekitar saya, tapi juga menyimpan halusinasi atau mimpi-mimpi saat saya tidak sadarkan diri. Itu salah satu hal teraneh bagi saya. Mengapa saya ingat ini? Apakah ini nyata?” ucap Wilson.

Disebutkan Wilson bahwa kini tujuan hidupnya sederhana, yakni ingin mengunjungi orangtuanya yang sudah berusia 70 tahun. Dia ingin memeluk ibundanya. Begitu dinyatakan bersih sepenuhnya dari virus Corona, Wilson juga ingin mendonorkan plasmanya untuk membantu pasien lainnya. Namun yang terpenting, Wilson menyatakan dirinya ingin orang-orang melihat kisah hidupnya sebagai pelajaran hidup.

sumber: news.detik.com

Mungkin Anda Menyukai

%d blogger menyukai ini: