PM Bangladesh Minta Protes Mahasiswa Bubarkan Diri

PM Bangladesh Minta Protes Mahasiswa Bubarkan Diri

Berita Terkini ~Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina meminta para mahasiswa membubarkan diri setelah polisi melepas gas air mata ke arah mereka saat melakukan aksi demonstrasi hari kedelapan.

Aksi unjuk rasa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini dilakukan para mahasiswa sebagai protes atas keamanan di jalan.

Puluhan ribu mahasiswa melumpuhkan sebagian wilayah ibukota Dhaka dengan aksi protes mereka yang dilakukan setelah dua remaja tewas akibat ditabrak bus yang kebut-kebutan.

Sheikh Hasina mengatakan bahwa ada kemungkinan “pihak ketiga” mensabotase aksi protes itu dan membuat keselamatan pengunjuk rasa terancam.

“Itu sebabnya saya meminta wali dan orang tua menjaga anak-anak mereka agar tetap di rumah. Semua yang mereka lakukan sudah cukup,” kata Hasina, Minggu (5/8).

Aksi ini dengan cepat diikuti wilayah lain di luar ibu kota dan pihak berwenang pun mematikan layanan internet mobile di sebagian besar wilayah negara itu.

Demonstrasi ini berubah menjadi kekerasan di wilayah Jigataia, Dhaka pada Sabtu (4/8) yang menyebabkan 100 orang luka-luka setelah polisi melepas peluru karet ke arah pengunjuk rasa.

Satu mobil yang membawa duta besar Amerika Serikat Marcia Bernicat juga diserang “orang bersenjata” namun dia berhasil menyelamatkan diri.

Vivobetting melaporkan bahwa bentrokan berlanjut Minggu (5/8) dan polisi melepas gas air mata ke arah kerumunan mahasiswa yang bergerak menuju kantor partai Liga Awami yang berkuasa.

Puluhan pengunjuk rasa diserang oleh orang-orang yang diduga merupakan pegiat partai itu, sebagian dari mereka membawa golok.

Inspektur polisi Bacchu Mia mengatakan 12 orang dirawat di rumah sakit Dhaka Medical Colleague.

Sementara itu, seorang fotografer media internasional juga menjadi korban pemukulan.

BACA JUGA : Jokowi Minta Relawan Tak Cari Musuh, Tapi Siap Berkelahi

PBB mengkhawatirkan keselamatan anak-anak dan remaja yang terjebak dalam aksi protes ini.

“Kami sangat prihatin dengan laporan kekerasan dan meminta semua pihak untuk menahan diri,” kata Mia Seppo, perwakilan PBB di Bangladesh.

Polisi membantah mempergunakan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan aksi ini. Namun pihak rumah sakit mengatakan puluhan orang terluka, sebagian luka parah, dan luka-luka itu sama dengan luka akibat peluru karet.

BACA JUGA : Terkait Intimidasi Wartawan Di Pontianak, Ini Penegasan Kapolda Kalbar

Liga Awami menyangkal tuduhan terlibat dalam pemukulan para mahasiswa.

Internet Dimatikan

Koran terbesar Bangladesh Prothom Alo mengatakan layanan internet 3G dan 4G dimatikan selama 24 jam sejak Sabtu, tak lama setelah terjadi bentrokan.

Media sosial dipenuhi dengan keluhan warganet yang tidak bisa mendapat layanan internet melalui telepon genggam. Layanan internet lain tampaknya tidak terganggu.

Mahasiswa pengunjuk rasa Bangladesh bentrok dengan orang tak dikenal yang menyerang dengan menggunakan tongkat dan golok. (Reuters/Mohammad Ponir Hossain)
Komisi Pengawas Telekomunikasi Bangladesh (BTCR) menolak untuk memberi komentar terkait situasi ini.

Seorang pejabat senior telkom yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengatakan: “BTCR telah memperlambat kecepatan internet atas perintah pemerintah.”

Langkah ini tampaknya merupakan upaya membatasi kemampuan mahasiswa mengerahkan massa atau mengemukakan kemarahan di dunia maya terkait langkah pembubaran aksi itu, beberapa jam setelah polisi dan orang tak dikenal bersenjata tongkat dan batu bentrok dengan mahasiswa.

Sektor transportasi Bangladesh dikenal korup, tidak teratur dan berbahaya.

Berita kematian dua remaja akibat ditabrak bus itu menyebar dengan cepat di media sosial dan menjadi pemicu kemarahan terhadap pemerintah.

Pemerintah Sheikh Hasina telah berkuasa di Bangladesh sejak 2009, namun dalam beberapa bulan terakhir mereka digoncang oleh aksi protes masal lain yang menuntut agar sistem rekrutmen PNS yang diskriminatif diakhiri.

 

 

 

Daftar disini !!!

Mungkin Anda Menyukai