Penyakit Vaginismus Dan Pengobatannya

Berita Majalah Dunia – Seorang wanita yang mengalami kontraksi otot sekitar vagina (vaginismus) dapat terjadi tanpa disadari, juga tidak dapat dikendalikan.

Yang beresiko mengalami vaginismus menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Barned Women’s Clinic, dr Ni Komang Yeni SpOG adalah semua perempuan dengan variasi usia.

Tapi ada beberapa perempuan justru mengalami vaginismus pada masa menopause. Saat kadar estrogen turun, pelumasan dan elastisitas vagina pun relatif menurun. Kondisi ini membuat hubungan intim terasa menyakitkan atau terkadang sulit untuk direalisasikan. Hal ini bisa berujung pada vaginismus.

Faktor Resiko Vaginismus

Beberapa faktor resiko terjadinya vaginismus yang perlu di ketahui oleh perempuan adalah :

  • adanya riwayat kekerasan seksual atau trauma
  • prosedur medis yang menakutkan saat masa kecil
  • hubungan seksual pertama yang menyakitkan
  • masalah pada hubungan dengan pasangan
  • halangan seksual
  • takut hamil
  • trauma rasa sakit sebelumnya akibat infeksi
  • operasi
  • kondisi ginekologis lainnya

Beberapa jenis Vaginismus

Dr. Yeni mengatakan bahwa sebenarnya ada banyak sekali jenis vaginismus, tapi secara umum ada vaginismus primer dan sekunder.

1. Vaginismus Primer

Dikatakan sebagai vaginismus primer jika seorang perempuan sama sekali tidak pernah bisa memiliki hubungan seksual akibat rasa sakit dan kesulitan penetrasi.

2. Vaginismus Sekunder

Dikatakan sebagai vaginismus sekunder jika seorang perempuan sebelumnya pernah menikmati seks tanpa masalah, lalu kemudian mengalami vaginismus akibat trauma atau masalah medis yang mempengaruhi kondisi vagina.

Dr. Yeni mengatakan bahwa klasifikasi jenis vaginismus ini juga akan memberi perbedaan kecil yang menentukan cara pengobatan atau terapi untuk vaginismus yang diderita.

Terapi Pengobatan Untuk Vaginismus

Terapi pengobatan untuk penderita vaginismus seharusnya merupakan kolaborasi antara psikiater dan ginekolog. Kombinasi terapi edukasi adalah terapi dengan dilator vagina dan pelvic physical therapy untuk meningkatkan keberhasilan terapi.

Dr. yeni mengatakan bahwa sangat disayangkan karena masih banyak yang merasa malu untuk mengatakan atau berkonsultasi ketika mengalami gejala vaginismus atau disfungsi seksual. Padahal hal itu sangatlah mengganggu hubungan intim bersama pasangan dan juga tidak sedikit yang berujung pada perselingkuhan ataupun perceraian.

 —————————————-

Agen Judi Online Terbaik VIVO7BET

daftar (1)

Reward VIVO7BET Untuk Member Setia (Grand Prize Motor Ninja 250 FI 2018)

Promo Reward Vivo7bet

Judi Bola SBOBET Maxbet268

Bonus Deposit Awal 15% & Next Deposit 10%

daftar

zvr
Your Reaction

Mungkin Anda Menyukai

%d blogger menyukai ini: