Sempat Terjadi Sweeping di Tengah Demo Ojek Online

Ojek Online Demo Ke Istana Kepresidenan

Majalah Dunia-Ojek Online,” Ribuan pengemudi atau daring yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) melakukan unjuk rasa di seberang Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (27/3).

Di tengah aksi demo tersebut sempat terjadi kericuhan di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, tepatnya di dekat kantor Radio Republik Indonesia (RRI).

Aksi ricuh itu dipicu ‘razia’ yang dilakukan massa terhadap sesama ojek online yang didapati sedang membawa penumpang. Pasalnya, terkait aksi hari ini para pedemo sepakat untuk tak menarik penumpang.

Sekitar jelang pukul 12.00 WIB, setidaknya dua pengemudi ojek online yang membawa penumpang didekati massa pedemo untuk ditarik.

Semula mereka menyoraki rekannya yang masih membawa penumpang itu dengan kata, ‘kampungan, kampungan’. Lalu, beberapa di antara massa pedemo mendekati ojek online yang masih membawa penumpang tersebut.

Jalan Medan Merdeka Barat dan sekitarnya memang dalam kondisi padat akibat demo, Para pedemo yang juga membawa sepeda motor itu memarkirkan kendaraan roda dua mereka di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat.

Menanggapi gelagat ricuh terkait aksi ‘razia’, aparat polisi yang berada di sana untuk mengamankan demo pun turun tangan. Kondisi ricuh pun berhasil diamankan, dan pengemudi ojek online yang sempat ‘kena razia’ berhasil dihindarkan dari aksi pengepungan.

Dalam demo ini massa menggugat pemerintah menelurkan kebijakan yang mendorong rasionalisasi tarif ojek daring.

dapun tiga aspek yang dimaksud oleh mereka adalah:

1. Pengakuan eksistensi legal sebagai bagian dari sistem transportasi.

2. Penetapan tarif standar sebesar Rp4.000 per kilometer.

3. Perlindungan hukum dan keadilan bagi ojek online sebagai bagian dari tenaga kerja di Indonesia.

Berbekal mobil komando, sejumlah pengemudi bergantian menyampaikan orasi ke hadapan ribuan pengemudi ojek online. Dari sekian banyak orasi yang bergema di sana, pesan mereka tetap sama yakni payung hukum dan tarif yang tidak mencekik.

Sementara, pemerintah bergeming. Belum juga meloloskan motor sebagai moda transportasi umum ke dalam aturan perundang-undangan. Pertimbangannya, tingkat keselamatan penumpang pada kendaraan roda dua itu rendah.

Sementara itu, sekitar lima orang utusan perwakilan pedemo diketahui telah diterima pihak Istana untuk bermediasi. Mereka masuk ke dalam istana sekitar pukul 11.30 WIB.

Berdasarkan keterangan salah satu pedemo, hasil dari mediasi di dalam istana itu akan disampaikan kepada para pedemo setelahnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan