Inilah Upaya Keras Daniel Mananta Demi Perankan Tokoh Ahok

Berita Hari Ini –¬†Film A Man Called Ahok merupakan film yang mengisahkan tentang perjalanan hidup Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Film tersebut menceritakan Ahok dari usia remaja hingga berhasil menjadi Bupati Belitung Timur.

Daniel Mananta dipercaya memerankan tokoh Ahok dalam film tersebut. Tentu ini bukan hal yang mudah bagi Daniel. Ini adalah pengalaman pertama Daniel sebagai pemeran utama dalam sebuah film.

Daniel juga mengaku deg-degan memerankan tokoh Ahok karena diakuinya Ahok merupakan tokoh yang punya banyak fans. Selain itu, lawan mainnya juga merupakan aktor-aktor kenamaan Tanah Air.

Untuk itu, Daniel perlu berjuang dengan keras agar dia berhasil dalam perannya tersebut. Daniel mengungkapkan bahwa dia butuh waktu kira-kira enam bulan untuk reading. Selain itu, dia juga setiap hari berusaha paling tidak lima menit berperan sebagai Ahok, mulai dari ruang tunggu atau sebelum menjadi MC.

Untuk mendalami peran, dia juga melakukan observasi karakter mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Di antaranya, dia menyimak serangkaian video Ahok di Youtube. Selain itu, dia juga menemui Ahok di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. bola88

“Kalau untuk mendapatkan akting gestur badannya, cara berbicara Ahok, gua cari di YouTube, lihat video-videonya dia. Gua juga sempat berkunjung ke Mako Brimob untuk berakting di-scene akhir pas dia dipenjara,” terang Daniel Mananta dalam jumpa pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/11/2018).

A 1.jpg

Selain itu, Daniel juga ‘beruntung’ pernah punya tumor jinak pada pita suaranya. Lelaki berusia 37 tahun tersebut menjelaskan bahwa bekas operasi tumor jinak tersebut membuat suaranya menjadi serak.

Dengan suara tersebut, Daniel menjadi mudah untuk memerankan karakter Ahok, terutama pada bagian suaranya. Meskipun sudah memiliki suara yang serak seperti Ahok, Daniel masih menghadapi beberapa kendala.

Dia kesulitan untuk menirukan logat Belitung dan bahasa Kek yang digunakan Ahok untuk berkomunikasi dengan saudara dan masyarakat Belitung sehari-hari. Daniel mengaku bahwa logat Belitung dan logat Malaysia memiliki perbedaan meskipun sepintas terdengar mirip.

Untuk mempelajari bahasa Kek yang sering digunakan Ahok di Belitung, Daniel pun menemui pak Aliong. Aliong adalah penjaga warung kopi yang sering dikunjungi Ahok.

Daftar disini !!!

Mungkin Anda Menyukai