Gojek laporkan Info Hoaks Gofood Disusupi Oleh ISIS

Gojek Indonesia merespons pesan berantai yang beredar soal isu layanan pesan makannya, Gofood.

Berita Terkini ~ Merespons isu tersebut, VP Corporate Communication Gojek Indonesia Michael Reza Say mengatakan hal itu sepenuhnya hoaks. Sebagai tindak lanjut, Reza mengatakan pihaknya telah melaporkan pesan hoaks tersebut ke Polda Metro Jaya.

“Per hari ini kami sudah laporkan Cyber Crime, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk melindungi mitra kami dalam mencari mata pencarian dan tentunya agar tidak terulang lagi di masa depan,” ungkap, Agen Sbobet

Michael mengatakan bahwa hoaks layanan Gofood yang disusupi ISIS sangat menganggu perusahaan. Ia meminta masyarakat tidak menyebarkan pesan serupa agar tak memicu kepanikan dan kerugian bagi mitranya.

Selain melaporkan ke pihak berwajib, melalui akun Twitter Gojek juga telah mengklarifikasi bahwa kabar yang beredar sejak kemarin (16/5) itu tidak benar. Mereka juga mengapresiasi pelanggan yang lebih dahulu mengonfirmasi kabar tersebut sebelum ikut memboikot Gofood.

View image on Twitter

GO-JEK

@gojekindonesia

 GO-JEK Indonesia mengecam tindakan penyebaran hoax seputar layanan kami karena sangat merugikan mitra UMKM dan driver yang jujur dan bekerja keras.

Respons yang diberikan perusahaan terkait dengan beredarnya screeshot (tangkapan layar) yang diduga disebarkan melalui aplikasi WhatsApp.

Dalam pesan berantai tersebut, pengguna Gofood disarankan untuk sementara waktu menghindari pengantaran makanan dengan Gofood. Pasalnya, layanan itu disebut telah disusupi anggota ISIS yang akan membubuhkan wacun pada makanan yang dipesan.

BACA JUGA : Viral Kisah Wanita Yang Berhasil Lolos Dari Jeratan Aliran Sesat, ‘Saya Hampir Jadi Teroris’

Kabar ini sejatinya bukan satu-satunya hoaks yang beredar selama sepekan terakhir. Rentetan ledakan bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo turut diwarnai peredaran kabar hoaks soal lokasi target ledakan berikutnya yang menyerang di kalangan pengguna internet.

BACA JUGA : PA 212 Tolak RUU Dan Perppu Terorisme

Respons yang diberikan perusahaan terkait dengan beredarnya screeshot (tangkapan layar) yang diduga disebarkan melalui aplikasi WhatsApp.

Dalam pesan berantai tersebut, pengguna Gofood disarankan untuk sementara waktu menghindari pengantaran makanan dengan Gofood. Pasalnya, layanan itu disebut telah disusupi anggota ISIS yang akan membubuhkan wacun pada makanan yang dipesan.

Kabar ini sejatinya bukan satu-satunya hoaks yang beredar selama sepekan terakhir. Rentetan ledakan bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo turut diwarnai peredaran kabar hoaks soal lokasi target ledakan berikutnya yang menyerang di kalangan pengguna internet.

 

 

 

Daftar disini !!!

zvr
Your Reaction

Mungkin Anda Menyukai

%d blogger menyukai ini: