Cabuli 18 Murid SMP Yang Bermodus Penelitian

Berita Majalah Dunia – Seorang guru bernama Chusnul Huda yang mengajar di SMPN 4 Kepanjen, Kabupaten Malang – Jawa Timur. Terciduk oleh petugas polisi setempat karena pelaku berdalih sedang melakukan penelitian yang butuh rambut kemaluan dan juga sampel sperma, jadila ia menggunakan alasan riset sebagai modus pemuas nafsu seksual.

Pelaku kejahatan seksual bejat ini berumur 38 tahun, terkuak bila perbuatan bejat ini ia lakukan selama bertahun-tahun. Kasus ini menjadi sangat memalukan karena tidak cuma titel sebagai guru PKn dan BK yang pelaku sandang. Sang guru bahkan menyuruh para korban untuk bersumpah di atas Al-Qur’an agar si korban tidak menceritakan pelecehan yang mereka alami kepada orang lain.

Dan pada hari Sabtu tanggal 7 Desember 2019 kemarin, sang guru predator ini akhirnya ditangkap polisi.

Untuk memanipulasi korban, sang guru memakai cara manipulatif. Sang pelaku berkata kepada korban-korbannya bahwa ia sedang mengerjakan disertasi supaya bisa lulus pendidikan S-3 yang sedang ia tempuh.

daftar

Untuk menyelesaikan penelitian yang sedang ia kerjakan itu, ia membutuhkan sampel sperma, rambut kemaluan, rambut kaki, rambut ketiak dan data ukuran panjang alat kelamin. Korban yang percaya dengan percakapan sang pelaku, diminta berbaring di atas meja ruangan dan pelecehan pun terjadi.

Tanggal 3 Desember 2019, ada salah 1 korban membuka suara kepada orang tuanya tentang hal itu. Sekolah dan orang tua korban langsung mengidentifikasi kasus dan menemukan korban lainnya. Murid yang menjadi korban pelecehan bertotal 18 orang.

Dosa besar Chusnul tidak berhenti sampai di situ. Selain melakukan pelecehan dan menistakan agama, sang guru juga ketahuan memalsukan ijazahnya saat melamar sebagai guru honorer di SMPN 4 Kepanjen di tahun 2014.

Sang guru mengaku sebagai sarjana Program Studi BK. Nyatanya, ia tak pernah punya ijazah S-1 karena drop out dari Universitas Kanjuruhan Malang.

Salah 1 korban berinisial DE. menceritakan pengalamannya dilecehkan sejak 2018. DE mengatakan bahwa sudah 3x diminta masuk ke ruang BK. Pintunya ditutup kemudian dipegang-pegang dan digerayangi. Ia diminta melakukan penelitian dan bersumpah untuk tidak bilang ke siapa pun.

Korban lain berinisial RW mengaku bahwa ia sudah 2x dicabuli dan sempat melawan pada percobaan ke 2 karena ingin dipegang-pegang lagi.

Bonus jackpot poker

Sang pelaku sudah dipecat dari SMPN 4 Kepanjen dan kini dijerat UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 82 ayat 1 dan 2. Dia diancam dengan hukuman penjara 15 tahun atau denda Rp 15 miliar.

Peristiwa pencabulan siswa oleh guru di sekolah bukanlah hal yang baru. Rahmat Santoso Slamet yang berumur 30 tahun, ia adalah seorang pembina pramuka di 6 sekolah (5 SMP dan 1 SD). Ia ditangkap karena ketahuan mencabuli 15 siswa binaannya yang berusia 14 sampai 16 tahun. Modusnya adalah sang guru memanggil korban untuk ke rumahnya secara bergantian dengan alasan ada tes untuk kepentingan kegiatan pramuka. Peristiwa Rahmat Santoso Slamet ini akhirnya divonis 12 tahun penjara dan di kebiri kimia selama 3 tahun.

 —————————————-

Agen Judi Online Terbaik VIVO7BET

daftar (1)

Reward VIVO7BET Untuk Member Setia (Grand Prize Motor Ninja 250 FI 2018)

Promo Reward Vivo7bet

Judi Bola SBOBET Maxbet268

Bonus Deposit Awal 15% & Next Deposit 10%

daftar

zvr
Your Reaction

Mungkin Anda Menyukai

%d blogger menyukai ini: