Eddy Sindoro Serahkan Diri ke KPK Usai Menghilang Dua Tahun

majalahdunia.com – Mantan pemimpin Lippo Group, Eddy Sindoro memasarahkan diri kepada tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sebelumnya dikabarkan menghilang sekitar dua tahun. Eddy Sindoro merupakan tersangka kasus suap pengurusan peninjauan kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Tersangka ES telah menyerahkan diri ke KPK,” ucap Agus Rahardjo, ketua KPK.

Agus juga menjelaskan proses pencarian Eddy juga dibantu sejumlah aparat, di antaranya Kedutaan, Polri dan Imigrasi, serta informasi dari masyarakat yg disampaikan pada kami.

“Proses pengembalian ini juga dibantu oleh otoritas Singapura,” tambahnya.

Agus Rahardjo belum membeberkan alasan Eddy menyerahkan diri. Dia menyatakan akan ada jumpa pers terpaut Eddy dan perkembangan kasus dugaan suap yang menjaringnya.

“Penjelasan lebih lanjut akan disampaikan KPK melalui Konferensi Pers sore ini,” ucapnya lagi. vivobetting

Dalam kasus ini, KPK menargetkan Eddy sebagai tersangka kasus suap kepada mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution, pada akhir 2016. Eddy disangka memberikan sejumlah uang kepada Edy Nasution terkait dengan sejumlah perkara yang bersangkutan dengan Lippo Group.

Berdasarkan informasi yang didapat, Eddy telah berada di luar negeri sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik lembaga antirasuah. Dalam proses penyidikan, KPK turut menduga mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhahadi Abdurrachman terlibat dalam kasus sangkaan suap ini.

Penyidik KPK telah menyita uang sejumlah Rp1,7 miliar dan sejumlah dokumen dari rumah pribadi Nurhadi. Nurhadi mengaku kenal dekat dengan Eddy sejak masih duduk di bangku SMA. Nurhadi juga sudah beberapa kali bolak-balik ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.

 

Daftar disini !!!

Mungkin Anda Menyukai