Elite Hanura yang Digedor Pengawal Prabowo Ngaku Diancam

Berita Terkini ~ Peristiwa penggedoran pintu toilet oleh pengawal capres Prabowo Subianto yang dialami Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir berbuntut panjang. Inas mengaku mendapat ancaman dari orang yang mengaku pendukung Prabowo dari Garda 08.

“Sejak gue posting tentang insiden toilet Inas-Prabowo, kayaknya sih Prabowo nggak terima deh ama postingan gue, karena ada seseorang yang ngaku dari Garda 08 nya Prabowo nge-japri gua lewat WA berinisial AG,” ujar Inas mengawali cerita yang dibagikannya lewat pesan WhatsApp yang diterima Vivobetting.

Inas mengatakan semula dia tak memedulikan pesan tersebut. Namun AG terus-menerus mengiriminya pesan melalui WA dengan kata kasar dan kotor.

“Awalnya sih gue cuekin, tapi doi terus aja nge-japri pake kata-kata kasar and kotor, terpaksa deh gue blok, tapi dasar nih anak emang kebangeten, karena gue blok doi ganti nomer lalu nge-japri lagi bahkan 4 kali gue blok, 4 kali juga dia ganti nomer, parahnya nih doi pake kata-kata iblis lah, binatang lah….,” tutur Inas.

“Edan gak tuh, kalu emang gue iblis, pasti gue nongol lewat Hp-nya lalu gue cekek, iya kan? hehehe, selain itu doi juga bilang gue banci karena kagak mau diajak duel, duuhh… emangnya gue preman jalanan?” sambungnya.

BACA JUGA : PSI Sindir Isu Kemiskinan Prabowo-Sandi Yang ‘Tajir Melintir’

Inas mengaku tak terpancing kata kasar yang dikirim AG berulang kali.

“Di kubu sini mah semua pake otak pokoknya cool deh, tapi rupanya anak buah Prabowo pada temperamental semua nih, terlalu cepat lelah otaknya lalu langsung main otot! Jangan-jangan bos-nya juga kek gitu deh! Manalagi tuh anak japri gue dengan kata-kata kasar… huuhh! Emangnya die pikir gue gak bisa kasar juga kek gitu? Langsung gue bales tuh!” kata Inas.

BACA JUGA : Tolak Minta Maaf Ke SBY, Projo: Salah Kami Apa?

Inas pun curiga teror yang ditujukan kepadanya tersebut atas suruhan capres sekaligus Ketum Gerindra, Prabowo Subianto. Tak berhenti melalui pesan WA, kata Inas, caci maki AG berlanjut melalui telepon.

“Gue duga sih kayaknya anak itu disuruh Prabowo deh, gue kagak takut! malahan gue lawan and gue bales juga deh! Buntutnya, die call gue lalu nyaci maki gue…. namanya juga japri, gua lawan aj terus…. ehhhh doi malah ngancem mau ngegebukin gue rame-rame, busyet dah! Bahkan doi share lokasi rumahnya yang dijadiin markas Garda 08, di jl. Utan Kayu, Matraman, katanya sih agar gue lapor polisi,” tuturnya.

Inas kemudian mengatakan heran atas tindakan AG tersebut. Apalagi AG mengaku mantan teroris di Poso dan Ambon.

“Maksudnya apa sih? Mereka merasa kebal hukum? Ceee ilee…. Prabowo belum jadi Presiden aja, anak buahnya udah ngerasa kebal hukum, gimana kalau Prabowo jadi Presiden? hancur negri ini deh! Bahkan anak itu ngakunya mantan teroris di poso dan ambon! Astaghfirullah! untuk apa ya Prabowo ngerekrut mantan teroris?” kata Inas.

Atas tindakan itu, rencananya, siang ini Inas akan melaporkan aksi teror pria yang disebutnya berinisial AG itu ke polisi. Sesuai dengan agenda yang, pelaporan akan dilakukan pada pukul 14.00 WIB di Bareskrim Polri.

 

 

 

Daftar disini !!!

Mungkin Anda Menyukai