Golkar ke Prabowo: Jangan Buat Keributan Asal Tuding Mark Up LRT

Golkar ke Prabowo: Jangan Buat Keributan Asal Tuding Mark Up LRT

Berita Terkini ~ Ketum Gerindra Prabowo Subianto menuding anggaran pembangunan LRT di Indonesia di-mark up. Partai Golkar meminta Prabowo tak asal menuding.

“Pak Prabowo jangan hanya menuding. Jangan bisanya melempar masalah, lalu membuat keributan,” kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily.

Ace meminta Prabowo membeberkan data dan bukti hukum yang dimilikinya. Ia juga mempersilakan Prabowo melapor ke KPK atau kepolisian jika memang tuduhannya valid.

“Kita ini negara hukum. Tidak etis rasanya menuding tanpa ada data dan bukti. Jika dinilai bahwa pembangunan LRT ini terlalu mahal, apakah sudah dihitung secara detail komponen pembiayaannya,” ujarnya. vivobetting

Ace mengatakan seharusnya Prabowo berterima kasih kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, di masa kepemimpinannya, Indonesia memiliki LRT dan MRT.

“Di bawah pemerintahannya (Jokowi), keinginan memiliki LRT dan MRT sebentar lagi akan dipakai rakyat di Palembang dan Jakarta,” kata Ace.

BACA JUGA : Demokrat Usul ‘Angket Iriawan’, Golkar: Jangan Lebay!

Seperti diketahui, Prabowo menuding biaya pembangunan LRT di Indonesia di-mark up. Dia pun mengaku mengantongi data soal biaya pembangunan untuk LRT di dunia yang hanya berkisar US$ 8 juta/km. Sedangkan di Palembang, yang memiliki panjang lintasan 24,5 km, biayanya hampir Rp 12,5 triliun atau dengan kata lain US$ 40 juta/km.

BACA JUGA : Golkar: Apa Relevansi Anies Disoraki Dengan Pilgub DKI?

Namun Prabowo tak mengungkap sumber data yang dijadikan rujukan. Tudingan Prabowo telah dibantah oleh Kepala Proyek LRT Palembang Mashudi Jauhar.

Mashudi menyebut biaya pembangunan LRT di Palembang sebenarnya sudah sesuai dengan harga pasar, mengingat konstruksi LRT yang diterapkan di Palembang merupakan konstruksi layang yang membutuhkan biaya tinggi. Ia mencontohkan biaya pembangunan LRT di Malaysia dan Filipina.

“Di Malaysia, (rute) Kelana Jaya-Ampang 7,2 miliar yen/km (65,52 juta/km). Manila, LRT Fase 1 extension, 8,2 miliar yen/km (US$ 74,6 juta/km),” ungkap Mashudi.

 

 

 

 

Daftar disini !!!

Mungkin Anda Menyukai