Satpol PP Terlilit Utang, Kantornya Digembok Pemilik Warung Nasi

Majalah Dunia- Kasus unik terjadi di Kota Meureudu, Pidie Jaya, Aceh. Pasalnya, seorang pemilik rumah makan di kota itu, Muhammad Yuki, menggembok kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH).

Dilaporkan Mercinews, Yuki nekat menggembok kantor Satpol PP-WH Pidie Jaya lantaran utang senilai sekitar Rp62 juta yang tak segera dilunasi.

“ Dari 2016 sampai hari ini, (utang) Dinas Satpol PP-WH Pidie Jaya belum dibayar. Makanya saya menggembok kantor itu kemarin agar utang itu dapat diselesaikan,” kata Yuki.

Yuki menuturkan sebetulnya dia sudah berulang kali menagih utang nasi yang selama ini dikonsumsi personel Dinas Satpol PP-WH. Tetapi, dia tidak pernah mendapatkan kepastian pembayaran.

“ Gara-gara utang Satpol PP ini, saya terpaksa harus berhutang kepada orang lain. Dan jangan sampai gara-gara utang ini, saya harus menutup usaha saya,” kata dia.

Selain menggembok kantor Satpol PP-WH, Yuki juga akan membawa perkara utang ini ke ranah hukum.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Jaya, Abdurrahman Puteh, mengakui kasus utang piutang ini memang terjadi. Tetapi, Abdurrahman mengatakan masalah tersebut sudah diselesaikan.

“ Sudah diurus semua, jadi sudah selesai dan gembok juga sudah dibuka,” kata Abdurrahman.

Dia menambahkan, kedua belah pihak sudah membuat kesepakatan bersama untuk menyeselesaikan hutang nasi di rumah makan Yuki.

“ Apakah langsung dibayarkan semuanya, itu saya kurang tahu. Tapi kisruh ini sudah selesai melalui kesepakatan bersama,” kata Abdurrahman.

banner-panjang-vivo7bet

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan