Anggota Gegana Teriak, “Cukup Saya Saja yang Jadi Korban Kalau ini Benar Bom”

Majalah Dunia-Sempat terjadi ketegangan saat Tim Gegana Polda Jateng melakukan pemeriksaan terhadap kotak mencurigakan di Masjid Nurul Bahari, Jalan Usman Janatin, Pos 2 Pelabuhan Tanjungmas, Kota Semarang.

Saat alat deteksi x ray memunculkan gambar sebuah rangkaian kabel di dalam kotak tersebut,Sontak anggota yang berpakaian pelindung lengkap berteriak dan meminta anggota polisi lainnya yang berjaga menjauh.

“Woy, menjauh semua. Cukup saya saja yang jadi korban kalau ini benar bom,” kata anggota Brimob tersebut,Sontak teriakan ini membuat seluruh anggota yang berjaga menjauh.

Di dalam area masjid, hanya anggota Brimob berpakaian pelindung lengkap, sisanya berjaga di luar pagar masjid.

Tak berselang lama, kotak berwarna hijau itu diangkar dalam kondisi terbuka,Setelah diperiksa, isi dari kotak itu ternyata isinya alat terapi pijat elektronik.

Alat terapi pijat ini bertuliskan buatan China.

Setelah dihitung, terdapat 60 buah kotak kecil berisi alat terapi pijat sementara rangkaian kabel yang terdeteksi alat x ray Brimob Polda Jateng adalah kabel penghubung antara alat terapi dan ujung sensor yang terpasang di badan.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas (KPTE) Semarang, Kompol Bagus Prasetyo, menyatakan, kotak itu berisi alat terapi pijat lengkap dengan kabel dan sensornya.

“Isinya alat terapi pijat, jumlahnya kurang lebih 60 buah,” kata Bagus.

Bagus mengatakan pihaknya masih menyelidiki siapa pemilik barang tersebut termasuk pria yang menitipkan ke masjid.

Bagus mengapresiasi tindakan pengurus masjid yang langsung melaporkan temuan itu ke anggota polisi.

“Kami mengapresiasi kesigapan pengurus masjid, itu bagus. Masyarkat yang menemukan hal yang mencurigakan langsung laporkan ke anggota polisi terdekat, jangan sampai disentuh barangnya apalagi membuka,” katanya.

banner-panjang-vivo7bet

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan